Tetap Kuat Jalani Semuanya
Pesan untuk Ibu
Ibu, sebutan untuk pahlawan yang rela berkorban demi putri kesayangannya. Saya lahir di keluarga yang sangat sederhana. Masa kecil saya berbeda dengan anak-anak lain. Sejak kecil saya bekerja dengan ibu saya, yang mencari nafkah untuk kami. Ayah saya bukanlah ayah yang baik saat itu. Setiap hari dalam ingatan saya hanya berkelahi dan menangis.
Ibu saya tidak menolak sama sekali, dia hanya memeluk saya, yang tidak bisa saya lakukan banyak saat itu. Setiap malam aku mendengar tangisan lembut mereka. Namun, ketika saya melihatnya menangis, ibu saya selalu berkata sambil tersenyum, "Tidak apa-apa, ibu."
Tahun demi tahun kami lalui suka duka kehidupan kami sampai saya menyadari bahwa hidup tidak selalu mulus, penuh dengan bebatuan. Ibu selalu mengajariku untuk kuat menjalani hidup tanpa mengeluh dan selalu berusaha menghadapinya dengan senyuman.
Saya ingat kadang-kadang saya ingin menangis. Saya tahu betul perjuangan ibu saya sampai akhirnya saya kuliah dan saya memuji dia atas kerja kerasnya di tempat kerja. Ibuku sangat pandai dalam segala hal.
Saat aku sakit, ibu adalah orang yang selalu ada untukku saat aku membutuhkannya. Dia tidak pernah meminta apa pun selain menyuruh saya belajar keras untuk menjadi orang sukses, katanya.
Ibu saya sangat berarti bagi saya dalam hidup saya. Saya akan selalu mengingat perjuangan luar biasa yang dia lakukan untuk membesarkan saya. Karakter wanita manis dengan senyum lebar meski matanya berlinang air mata. Senyumnya selalu menjadi penyemangatku saat aku merasa terpuruk. Bu, maafkan aku terkadang malu mengatakan, "Aku sayang Ibu." Maafkan aku yang pernah menyakitimu dengan kata-kata atau sikapku yang kurang tepat. Tapi tidak peduli seberapa dalam hatiku aku sangat mencintai dan memujamu ibu.
Terima kasih atas perjuanganmu, suatu saat aku akan menjadi orang yang sukses, aku selalu membiarkan senyum lebarmu mekar dengan air mata kebahagiaan. Ibu, sekarang kamu sudah tidak muda lagi, aku selalu berdoa kepada Tuhan untuk memberikanmu umur panjang dan kesehatan, agar kamu selalu bahagia. Sekarang saatnya aku berjuang untuk membahagiakan ibu. Perjuanganmu sudah cukup bagiku. Aku berjanji padamu ibu bahwa aku akan membuat hari tuamu bahagia.
Komentar
Posting Komentar